Senin, 12 Desember 2011

Berdialog Dengan Komodo

Berpetualang di Pulau Komodo sebuah impian yg akhirnya tercapai. Menjelajahi sebuah pulau yg dihuni hewan purba yg masih bertahan hidup meskipun sekarang terancam kepunahan. Kuamati makhluk Tuhan yg bernama Komodo ini dalam-dalam, ternyata Komodo itu pendiam banget beda sama burung yang pandai berkicau, beda sama anjing yang selalu saja mengongong.
          Seekor Komodo Tua tiba-tiba mendekatiku, aku pun pasang kuda-kuda untuk mengeluarkan jurus lari seribu daripada aku dimakan mentah-mentah. Ya, karena Komodo memang sejenis karnivora atau hewan pemakan daging.

Tapi entah mengapa, semakin komodo tua ini mendekat, niatku untuk lari semakin hilang. Tatapan mata komodo ini bersahabat sekali. Ternyata benar, Komodo Tua ini hanya memandangiku saja, aku pun akhirnya juga tersenyum memandang gerak geriknya. Inilah yang menurutku keajaiban, dimana aku bisa bertatap mata dengan jarak yang sangat dekat sekali dengan seekor Komodo. Namun ketakjubanku itu seketika hilang karena ada yang lebih ajaib dari itu. Yaitu, Komodo tua ini bisa bicara !!!
          Komodo ini menyapaku dengan hangat, layaknya perjuampaan dengan kawan lama. Perlahan aku mencoba mengendalikan ketakjubanku dan menyimpulkan bahwa kenapa komodo itu diam? O… rupa-rupanya ia tidak ingin diketahui manusia bahwa ia dapat berbicara.
Tiba-tiba Komodo tua ini bertanya "Apakah kamu sudah vote aku dengan Cara Ketik: KOMODO kirim ke 9818?” Sambil cengar-cengir aku menjawab “Belum”. Mendengar jawabanku, Komodo Tua ini pun tersenyum lalu tertawa terbahak-bahak. “Hahahaha.”
          Katanya kemudian "Aku tidak membutuhkan vote untuk menjadi 7 keajaiban dunia, aku tidak membutuhkan Popularitas, karena aku tak ingin jadi artis, aku juga tidak butuh sms karena aku tak punya HP, apalagi BB !" Ingin rasanya aku tertawa mendengar Komodo Tua ini beretorika, tapi kuurungkan hal itu karena aku tau bahwa dia sedang menumpahkan segala unek-uneknya.
 "Yang aku butuhkan adalah konservasi yang baik bukan popularitas, kalau memang ingin lebih mengenalkan keeksotisan Pulau berserta para Komodo disini itu mudah !" Kembali komodo tua ini menumpahkan unek-uneknya. Suasana menjadi hening beberapa saat, aku mencoba memecah keheningan itu dengan bertanya "Apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia khususnya Orang Indonesia agar Komodo tidak punah. Tapi, Pulau Komodo juga bisa lebih mendunia lagi ?"
Komodo tua ini diam sejenak, sesekali menjulur-julurkan lidahnya,sejurus kemudian komodo tua ini mulai beragumen. Aku pun langsung memilih tempat yang agak rindang disebelah Komodo Tua ini, karena aku yakin, argumenya pasti panjang.

“Sebagian besar penyebab kepunahan di bumi ini adalah manusia. Mereka terlalu serakah mengeksploitasi alam sehingga menyebabkan beberapa spesies hewan punah karena kehilangan habitat aslinya. Cepat atau lambat, aku pun akan punah. Kelak akan ada Headline di media. disitu ada fotoku dan sengan jelas tertulis "Komodo Terakhir Didunia Mati"...
          Diam-diam aku merasa kasihan juga dengan komodo tua ini. Tapi, aku juga kagum dengannya, karena ia seperti mampu meramalkan masa depan dan alasannya juga cukup logis, menurutku. Saat aku sedang merenung ia kemudian berujar, membuatku sedikit terkejut.
"Heh,  kamu ini kan manusia! Kamu tahu apa yang seharusnya dilakukan manusia di bumi ini ? Jadi khalifah !!! Itu kan kata Allah di al-Quran. Eh... Lha kok sekarang malah nglembosi gak karu-karuan. Bener kata malaikat dulu, kalau manusia itu bisanya cuma bikin kerusakan-kerusakan di dunia ini. Tapi kok Gusti Allah malah dawuh seperti ini "Aku tahu apa yang kamu tidak tahu" Karena dawuh ini saya jadi bertannya-tanya. Ada apa dibalik semua ini? Ada udang kah? Heh heh heh” ia terkekeh.

 ''Saya teruskan anak muda...'' kata Komodo Tua itu, berwibawa.

''Monggo...'' Jawabku, agak sungkan.

''Saya baca tweet-tweet manusia di twitter itu kok aneh-aneh ya ? #Ga' nyambung#
“Loh... Emang Simbah Komodo punya akun Twitter juga?” Tanyaku heran.

“Ya punya toh le, Buat mantau-mantau aja. Mereka itu kok ya bodoh banget. Mereka itu kan nggak kenal sama saya dan teman-teman. Kok mau-maunya vote lewat sms buat dukung saya. Suara saya ini jelek lho !”

“Lah...apa hubungannya sama suara. Ini bukan Komodo Idol kan mbah?
“Nggak, ahahaha. Maksud saya gini le...”

“Kalau orang itu telah mengenal sesuatu, maka ia akan mampu memperlakukan sesuatu itu dengan baik dan benar. Lah… dipikir saya suka apa di vote sms. Mending dikasih daging kurban atau kopi gitu. Ahahahaha” lagi-lagi ia terbahak.
Setelah mendengar penuturan Komodo Tua ini hatiku serasa tersadarkan. Kata-katanya yang jujur benar-benar membuat dadaku bergetar.

“Satu lagi le...”

“Kalau kamu tahu Apple kamu pasti tahu Steve Jobs

“Kalau kamu kenal dirimu sendiri, kamu pasti akan mengenal tuhanmu”

“Kenalilah Tuhanmu...”

“Agar kamu bisa memperlakukan mahkluknya dengan santun dan tidak menyakitinya.

“Jikalau nanti Headline di media masa sudah dipenuhi foto-foto diriku, itu berarti aku sudah mati.”

“Dan kuharap nanti di akhirat, malaikat-malaikat loper koran tak pernah melewatkan kediamanku disana, agar aku juga bisa membaca Headline yang lebih dahsyat.

''Manusia Terakhir Yang Meninggal Dunia''

“Kuberitahu kau, ia orang Jawa keturunan Inggris, namanya Lastman...

"Dok dok dok !!!"  
"Cak cepetan cak !"
"Udah kebelet...."lama banget sih di WC, emang ngapain aja?" Seketika sirna imajinasiku tentang komodo mendengar pintu yang digedor-gedor oleh Sudrun dan suara rengekannya.
"Iya iya drun... sebentar..."
karena tak mau lama-lama berdebat dengannya, kuakhiri saja dengan siraman air ke WC yang sudah penuh. Lagipula ia sudah kebelet.
"Byurrrrrrrr......." :D



by: Wafiq

Kamis, 11 Agustus 2011

Apa Itu UmrahMAQ?


UmrahMAQ adalah kegiatan Mental Tauhid Trainning MTI yang diselenggarkan menyertai ibadah umrah ke tanah suci. Dalam ibadah umrah ersebut terselip di dalamnya kegiatan yang bernuansakan out bond. Azzam alfaqir, segenap shantri, jamaah, keluarga, dan siapa pun yang berkolega dan menjadi keluarga MTI (Ma’had TeeBee Indonesia) memiliki kualitas tauhid yang kuat lagi mapan. Apakah itu tauhid uluhiah maupun tauhid rububiah.
Dapat disaksikan bersama. Betapa hancurnya apabila seseorang hidup tanpa tauhid. Tauhid is everything. Tidak, certivicate is everything. Hancur semua jadinya. Perhatikan, bagaimana hinanya pendidikan kita. Termasuk perilaku keberagamaan dan keagamaan bangsa Indonesia. Yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
MTI sebagai lembaga pendidikan non-profit. Alias sosial murni. Memposisikan diri sebagai “agen perubahan” yang hendak melahirkan kader-kader tauhid. Sehingga terbangun secara kultural sebuah jejaring sosial masyarakat tauhid.
Sangat memprihatinkan kan?! Jika ibadah hajinya berkali-kali. Ibadah umrahnya berkali-kali. Membaca huruf al-qur`an juga tetap tidak mampu. Shalatnya masih gali lobang tutup lobang. Pelitnya minta ampun. Sombongnya setengah mati. Menuntut ilmu di majelis ta’lim malas sekali. Nah…orang-orang seperti itu tidak menjadi modal sosial (social capital) yang produktif buat bangsa Indonesia. Bagi umat Islam sendiri. Mereka juga tidak produktif. Ada dan tidak adanya mereka menjadi tidak penting lagi. Padahal dibuang sayang kan?!
Alhamdulillah. Dengan menyelenggarakan UmrahMAQ. Para jamaah dan pesertanya mampu meningkatkan kualitas: Iman, Takwa, dan Qurbah di sisiNYA. Alam bawah sadar (albasa) mereka mengalami perubahan cara berpikir. Sehingga berubah pula pemahaman dan perilakunya. Diakui atau tidak mereka menemukan sesuatu yang baru. Tidak konvensional. Juga, tidak kolot. Dan, jauh dari hingar-bingar modernitas.
Desain hubungan “guru-murid” inilah yang menjadikan silaturahmi. Yang hingga detik ini terus berjalan. Sekalipun ada pasang-surutnya. Namun kemanfaatan yang terjadi jauh lebih banyak, insya Allah.
Grand desain dari kegiatan UmrahMAQ. Yaitu, jama’ah atau peserta menjadi tidak berkeluh-kesah (ora ngresulo). Dia diupayakan untuk menjadi dirinya sendiri, lagi berkemandirian.
Apa pun bentuknya berkeluh-kesah, membebek (membeo), dan tergantung pada manusia; adalah merusak keimanan. Merusak mental tauhid.
Keyakinan yang alfaqir ajarkan, “Pantang untuk meminta kepada manusia. Meminta hanya kepadaNYA.”
Ini wujud jawaban dari kenyataan sosial. Yang mana masyarakat Islam Indonesia masih banyak yang berperilaku dan bermental mistik. Tanpa dibarengi ilmu pengetahuan. Sesuatu yang diyakini langsung ditelan mentah-mentah. Akibatnya, mereka banyak yang lupa diri. Mengapa mereka lupa diri. Dikarenakan mereka lupa dengan Allah ta’ala. Mereka lebih gandrung dengan dengan mistik akal, mistik hawa nafsu, dan misik alam ghaib.
Fenomena sosial yang tampak nyata. Perpustakaan menjadi sepi pengunjung. Membaca tidak lagi menjadi hobby. Sehingga tidak ada bedanya. Apakah dia shalat atau tidak shalat. Pernah haji atau belum. Pernah umrah atau belum.
Sekali lagi dengan UmrahMAQ. Azzam alfaqir jama’ah dan peserta yang mengikutinya menjadi lebih kokoh kuat akidah islamiahnya. Disebabkan, mereka memiliki Kecerdasan Motivasi dan Kecerdasan Menghadapi Tantangan (MAQ). Yang istilah Inggrisnya “Motivation and Adversity Quotient”.
Itulah sebabnya, para jama’ah dan peserta setelah mengikuti UmrahMAQ diarahkan untuk dapat dengan istiqamah dan mudawwamah mengikuti beberapa program di MTI.
Tujuannya, tidak lain adalah menjaga nilai-nilai bagus yang sudah di dapat selama ibadah umrah. Sehingga dapat dikembangkan menjadi investasi akhirat yang membahagiakan. Dengan tetap membangun kehidupan dunia yang: Sehat; Sejahtera; dan Bahagia (SSB). Insya Allah.
Titik tekan dalam manasik dan dalam pelaksanaan umrah. Fokus pada penyadaran-penyadaran pentingnya seorang hamba Allah untuk tidak berkeluh-kesah (ngresulo). Yakin dengan seyakin-yakinnya. Bahwa, Allah ta’ala yang mampu menyelesaikan setiap persoalan yang datang menghampiri dirinya. Disamping terus berpikir positif dengan Allah, dengan sesama manusia, dan dengan sesama makhluk. Sadar benar jika hidup di dunia selalu dibarengi dengan ujian demi ujian. Ujian yang dapat menjadikan seorang hamba mendapatkan cinta dan ridlaNYA.
Maka, selama perjalanan ibadah umrah. Jama’ah dan peserta ditanamkan keyakinan, agar komitmen dan disiplin dalam: Menomor-satukan Allah; Jujur; dan Ikhlas (Triangel Force). Hanya dengan Segitiga Kekuatan (Triangel Force) seseorang, tak terkecuali, para jama’ah dan peserta UmrahMAQ dapat mengamalkan Prinsip Trianggulasi (Meng-Allah-kan Allah/Teologis; Me-manusia-kan Manusia/Humanis; Meng-alam-kan Alam/Ekologis, red).
Adapun mengenai detailnya UmrahMAQ? Silahkan bergabung dengan kami. Semoga Allah ta’ala mengabulkan azzam kita guna menjadi mukmin sejati. Amin 

Jumat, 24 Juni 2011

IBU

By: George Emmel Smith

Ibu....
Engkau pahlawanku
Dunia dan akhirat
Air susumu telah merubahku
Menjadi diriku yang
Sekarang
Semua orang menghormatiku
Mereka lupa dalam diriku
Ada engkau ibu
Harusnya mereka
menghormatimu
Mencium tanganmu.